zmedia

Panduan Lengkap: Setup Lingkungan Laravel 12 di Windows, macOS, dan Linux

Laravel telah lama menjadi framework PHP pilihan bagi banyak developer berkat sintaksnya yang ekspresif, fitur-fitur canggih, dan ekosistem yang kuat. Dengan rilis Laravel 12, komunitas PHP kembali disuguhkan dengan inovasi dan peningkatan performa yang semakin mempermudah proses pengembangan aplikasi web.

Namun, sebelum menyelami dunia kode Laravel yang elegan, langkah pertama yang krusial adalah menyiapkan lingkungan pengembangan (development environment) yang tepat. Panduan ini akan memandu Anda melalui proses instalasi Laravel 12 dari awal di tiga sistem operasi populer: Windows, macOS, dan Linux, memastikan Anda siap untuk memulai proyek pertama Anda.

Persiapan Awal: Prasyarat Utama

Sebelum memulai instalasi Laravel, ada beberapa komponen penting yang harus terinstal di sistem Anda. Laravel 12 memerlukan versi PHP dan alat-alat tertentu agar dapat berjalan dengan baik.

PHP (Minimum 8.2)

Laravel 12 dirancang untuk berjalan optimal dengan PHP versi 8.2 atau yang lebih baru. Pastikan Anda memiliki versi PHP yang kompatibel dan ekstensi yang diperlukan seperti mbstring, XML, CURL, dan OpenSSL sudah aktif.

Composer

Composer adalah manajer dependensi untuk PHP. Ini digunakan untuk menginstal paket-paket PHP yang dibutuhkan oleh Laravel dan proyek Anda. Tanpa Composer, Anda tidak dapat menginstal Laravel.

Node.js & NPM

Meskipun Laravel adalah framework backend, banyak proyek Laravel modern menggunakan alat frontend seperti Vite yang memerlukan Node.js dan NPM (Node Package Manager). Pastikan Node.js (versi LTS direkomendasikan) dan NPM terinstal.

Sistem Database

Laravel mendukung berbagai sistem database seperti MySQL, PostgreSQL, SQLite, dan SQL Server. Anda perlu menginstal salah satunya dan menyiapkan basis data untuk proyek Anda. MySQL atau PostgreSQL adalah pilihan yang paling umum.

Langkah-langkah Setup Berdasarkan Sistem Operasi

Setup di Windows (Direkomendasikan: WSL2)

Untuk pengguna Windows, pendekatan terbaik dan paling modern untuk pengembangan Laravel adalah menggunakan Windows Subsystem for Linux 2 (WSL2).

  1. Aktifkan WSL2: Buka PowerShell sebagai administrator dan jalankan:
    wsl --install

    Ini akan menginstal Ubuntu secara default. Restart komputer Anda jika diminta.

  2. Masuk ke Ubuntu di WSL: Buka Start Menu, cari "Ubuntu" dan buka aplikasi tersebut.
  3. Update Paket: Di terminal Ubuntu, jalankan:
    sudo apt update && sudo apt upgrade
  4. Instal PHP dan Ekstensi:
    sudo apt install software-properties-common
    sudo add-apt-repository ppa:ondrej/php
    sudo apt update
    sudo apt install php8.2-{cli,common,mysql,xml,mbstring,zip,bcmath,curl,fpm,gmp}
  5. Instal Composer:
    curl -sS https://getcomposer.org/installer | php
    sudo mv composer.phar /usr/local/bin/composer
  6. Instal Node.js & NPM:
    curl -fsSL https://deb.nodesource.com/setup_lts.x | sudo -E bash -
    sudo apt-get install -y nodejs
  7. Instal MySQL/PostgreSQL (opsional, bisa juga pakai di Windows):
    sudo apt install mysql-server

    Ikuti petunjuk instalasi. Atau, Anda bisa menggunakan Docker untuk database.

Setup di macOS (Menggunakan Homebrew)

Homebrew adalah manajer paket yang sangat direkomendasikan untuk macOS, mempermudah instalasi sebagian besar software yang dibutuhkan.

  1. Instal Homebrew: Buka Terminal dan jalankan:
    /bin/bash -c "$(curl -fsSL https://raw.githubusercontent.com/Homebrew/install/HEAD/install.sh)"
  2. Instal PHP:
    brew install php@8.2

    Homebrew biasanya menginstal ekstensi PHP yang diperlukan secara otomatis.

  3. Instal Composer:
    brew install composer
  4. Instal Node.js & NPM:
    brew install node
  5. Instal MySQL/PostgreSQL:
    brew install mysql # atau brew install postgresql

    Ikuti petunjuk dari Homebrew untuk memulai layanan database.

Setup di Linux (Ubuntu/Debian)

Proses instalasi di Linux sangat mirip dengan di WSL2, karena WSL2 pada dasarnya adalah lingkungan Linux.

  1. Update Paket:
    sudo apt update && sudo apt upgrade
  2. Instal PHP dan Ekstensi:
    sudo apt install software-properties-common
    sudo add-apt-repository ppa:ondrej/php
    sudo apt update
    sudo apt install php8.2-{cli,common,mysql,xml,mbstring,zip,bcmath,curl,fpm,gmp}
  3. Instal Composer:
    curl -sS https://getcomposer.org/installer | php
    sudo mv composer.phar /usr/local/bin/composer
  4. Instal Node.js & NPM:
    curl -fsSL https://deb.nodesource.com/setup_lts.x | sudo -E bash -
    sudo apt-get install -y nodejs
  5. Instal MySQL/PostgreSQL:
    sudo apt install mysql-server # atau sudo apt install postgresql postgresql-contrib

    Ikuti petunjuk instalasi dan konfigurasi password untuk database.

Instalasi dan Konfigurasi Proyek Laravel 12

Setelah semua prasyarat terinstal, kini saatnya menginstal proyek Laravel baru Anda.

Membuat Proyek Laravel Baru

Buka terminal Anda (atau terminal WSL2 jika di Windows), navigasikan ke direktori tempat Anda ingin menyimpan proyek, dan jalankan perintah Composer:

composer create-project laravel/laravel nama-proyek-anda

Ganti nama-proyek-anda dengan nama direktori yang Anda inginkan untuk proyek Laravel Anda. Composer akan mengunduh semua dependensi Laravel.

Konfigurasi Lingkungan (.env)

Setelah proyek dibuat, masuk ke direktori proyek Anda:

cd nama-proyek-anda

Laravel secara otomatis membuat file .env berdasarkan .env.example. Anda perlu mengedit file ini untuk mengkonfigurasi koneksi database Anda dan variabel lingkungan lainnya.

DB_CONNECTION=mysql
DB_HOST=127.0.0.1
DB_PORT=3306
DB_DATABASE=nama_database_anda
DB_USERNAME=root # atau username database Anda
DB_PASSWORD= # password database Anda

Pastikan untuk membuat database dengan nama yang sama di sistem database Anda (misalnya, melalui phpMyAdmin atau klien database lainnya).

Juga, pastikan application key Anda telah digenerate. Laravel biasanya melakukannya secara otomatis saat instalasi, tetapi jika tidak, jalankan:

php artisan key:generate

Menjalankan Migrasi Database

Setelah mengkonfigurasi database, jalankan migrasi untuk membuat tabel-tabel dasar yang dibutuhkan Laravel:

php artisan migrate

Menginstal Dependensi Frontend

Untuk menginstal dependensi JavaScript/CSS dan mengkompilasi aset frontend:

npm install
npm run dev # Untuk pengembangan
# npm run build # Untuk produksi

Menjalankan Aplikasi

Sekarang, Anda dapat menjalankan server pengembangan Laravel untuk melihat aplikasi Anda di browser:

php artisan serve

Aplikasi Anda akan dapat diakses di http://127.0.0.1:8000 atau alamat IP lain yang ditunjukkan di terminal.

Kesimpulan

Selamat! Anda telah berhasil menyiapkan lingkungan pengembangan Laravel 12 di sistem operasi pilihan Anda dan membuat proyek Laravel pertama Anda. Proses ini mungkin terlihat panjang, tetapi setelah Anda melewatinya, Anda akan memiliki fondasi yang kokoh untuk membangun aplikasi web yang luar biasa dengan Laravel.

Ingatlah bahwa setiap sistem memiliki sedikit nuansa, tetapi prinsip dasarnya tetap sama. Dengan lingkungan yang terkonfigurasi dengan baik, Anda kini siap untuk menggali lebih dalam fitur-fitur Laravel dan mulai mewujudkan ide-ide proyek Anda.

TAGS: Laravel 12, Setup Laravel, Laravel Windows, Laravel macOS, Laravel Linux, PHP Development, Composer, WSL2, Web Development
A clean, modern developer's desk setup. On a laptop screen, a code editor displaying Laravel project files and a terminal window with commands like 'php artisan serve'. A coffee cup and a minimalist plant are subtly visible in the background, creating a productive and focused atmosphere. The overall aesthetic should be sleek and professional.

Posting Komentar untuk "Panduan Lengkap: Setup Lingkungan Laravel 12 di Windows, macOS, dan Linux"